Nama : Sri meildazam
Nim : 240907501012
Kelas : Bisnis digital (A)
Economies and diseconomies of scale
ketika terjadi peningkatan produksi yang mendorong pada penurunan biaya, jika kita memproduksi sampai 6 tapi ternyata itu tidak menurunkan average cost justru meningkatkan average cost dan yang mana ekonomi scale seperti contoh sebelumnya yaitu adalah ketika outputnya adalah 3.
Jadi kita ini sebagai individu Harus melihat yang mana ekonomis dan yang mana disekonomis karena kita harus betul-betul mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini untuk menghasilkan maksimal output kira-kira bisa begitu ya jadi ada maksimisasi output yang kita inginkan dengan minimisasi kos dengan minimilisasi biayanya kita mau turunkan dan kita mengharapkan adalah peningkatan di sisi penerimaan itu diserap maybe internal blue of in the travel or external jadi itu bisa jadi disebabkan oleh internal dari sebuah perusahaan ataupun eksternal dari sebuah dari di luar perusahaan itu jadi eh karena industri Kamis bisa dipengaruh oleh internal maupun eksternal sampai di sini paham paham sampai di sini.
managerial adalah sebuah proses pengaturan di dalam sebuah perusahaan. disetiap tenaga kerja, itu memiliki spesialisasi masing" maka biaya bisa lebih rendah dan output bisa lebih banyak. dampaknya adalah ketika output lebih banyak, pastinya keuntungan juga bisa lebih banyak.
finansial, dana yang didapatkan dari perbankan itu merupakan pembiayaan yang murah. pendapatan adanya pembiayaan murah itu akan mendorong biaya produksi rendah, biaya yg dikeluarkan rendah sehingga bisa mendorong output yang lebih besar.
marketing, yang tidak mempengaruhi seberapa banyak yang kita output itu tidak berpengaruh. misal dengan marketing yang tidak bagus maka barang akan menumpuk. jika marketingnya bagus maka itu bisa sejalan dengan semuanya. semakin banyak produk yg bisa dijual maka semakin bisa memberikan keuntungan yg jauh lebih besar.
* Eksternal economies of scale
jika misalnya secara umum industri bertemu dalam sebuah area maka kita bisa memberikan manfaat dari lower cost (rendahannya biaya rata")
tingginya atau besarnya tenaga kerja terampil. jadi semakin banyak tenaga kerja itu harganya murah, semakin sedikit harganya mahal. maka jumlah tenaga kerja yg tersedia yg banyak maka harganya menjadi murah. maka dampak eksternal ini akan memberikan manfaat pada bisnis atau pada perusahaan. karena skill laber itu lebih murah dan banyak jadi kita bebas untuk memilih.
investasi pada infrastruktur yg baik. misalnya infrastruktur di lingkungan kita sangat bagus maka investasi dalam sebuah perusahaan itu juga akan banyak.
supplier dekat dngn bisnis juga akan sangat mempengaruhi karna dampak eksternal. eksternal adalah yg bagus untuk perusahaan kita krn faktor eksternal bukan kita yang mengusahakan, itu bukanlah intervensi kita maka itulah yg disebut faktor external atau yg tdk bisa dikendalikan.
*Internal diseconomies of scale
misalnya dalam sebuah perusahaan semakin bertumbuh dngn cpt atau smakin besar maka biaya rata" akan mengalami kenaikan. semakin besar sebuah perusahaan maka biaya rata"nya akan semakin naik. hal yg menyebabkan itu:
komunikasi sudah menjadi sulit. sulitnya komunikasi antara satu individu dengan individu yg lain muncul curiga satu sama lain. karna komunikasi tdk efisien maka pekerjaan itu tdk efisien lagi
isu kordinasi. inilah yg menjadi diseconomies, para tenaga kerja menjadi tdk efisien, tdk produktif karna masalah komunikasi yang tidak baik. masalah kontrol. semakin besar sebuah usaha tanpa diabrengi dengan sebuah sistem maka kontrolnya smkain rumit. Kontrol yang rumit, sistem manajemen yg kurang baik, itu akan menjadi diseconomies.
*eksternal diseconomies of scale
ketika semua usaha kebanyakan bertumbuh dengan cepat maka akan menemukan average cost. penyebabnya:
polusi, kemacetan dll kompetisi akan meningkatkan cost fajtit produksi. makin banyak perusahaan otomatis faktor produksi akan semakin mahal karena banyak yg butuh dan minta. contohnya, semakin banyak perusahaan maka tenaga kerja akan semakin mahal.
Karena parah pekerja bisa memilih milih pekerjaan di mana dia mau tidak seperti tenaga kerja yang murah dan menjadi susah hal ini menyebabkan harga tenaga kerja mahal.
Avarage cost dan quantity artinya avarage cost 1, 2, dan avarage cost ada economies dan diseconomies avarege cost yang menggambarkan adalah terjadi penurunan rata rata dan mengalami peningkatan, grafik ini bisa menggambarkan secara umum biaya rata rata banyak produksi maka harga semakin turun , jika menambah quantity bisa membuat naik.
Avarege cost dan jumlah rata rata jumlah yang di produksi semakin banyak jumlah yang di produksi semakin rendah avarege cost , tetapi posisi ini semakin banyak kita produksi semakin tinggi avarege costnya.
Contoh kasus :
* economies :
Dalam dunia ekonomi, terdapat berbagai kasus yang mencerminkan dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara. Salah satunya adalah inflasi, yang merujuk pada kenaikan umum harga barang dan jasa, seperti yang terjadi di Indonesia akibat peningkatan biaya produksi atau permintaan yang tinggi. Selain itu, pengangguran menjadi masalah krusial ketika tingkatnya meningkat, terutama selama krisis ekonomi yang menyebabkan banyak perusahaan melakukan PHK. Kasus lain yang signifikan adalah krisis utang, di mana negara tidak dapat memenuhi kewajiban utangnya, seperti yang dialami Yunani pada awal 2010-an. Perdagangan internasional juga sering menjadi sorotan, terutama ketika terjadi ketegangan antara negara, seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berdampak pada tarif dan kebijakan perdagangan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi yang pesat, seperti yang dialami Tiongkok, dapat meningkatkan standar hidup, namun juga memunculkan tantangan seperti polusi dan ketimpangan pendapatan. Setiap kasus ini menggambarkan kompleksitas dan saling keterkaitan dalam sistem ekonomi global.
* diseconomies :
ketika perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengelola operasional mereka, yang dapat menyebabkan peningkatan biaya administratif. Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur besar mungkin mengalami penurunan efisiensi karena komunikasi yang buruk antar departemen yang berbeda. Selain itu, perusahaan yang sangat besar dapat menghadapi masalah koordinasi, di mana keputusan menjadi lambat dan birokratis, mengakibatkan kehilangan peluang pasar. Contoh lain adalah ketika perusahaan harus membayar gaji yang lebih tinggi untuk menarik tenaga kerja terampil di pasar yang kompetitif, meningkatkan total biaya produksi. Dalam beberapa kasus, perusahaan juga dapat mengalami masalah dengan kualitas produk jika mereka memproduksi dalam jumlah besar tanpa pengawasan yang memadai, yang akhirnya dapat merugikan reputasi mereka. Terakhir, perusahaan yang beroperasi di pasar yang sangat terfragmentasi mungkin merasa tertekan untuk terus berinovasi, yang dapat memperlambat adaptasi terhadap perubahan permintaan konsumen, sehingga menyebabkan penurunan daya saing.

0 Komentar